RSS
Post Icon

Kenikmatan itu Begitu Melenakan

bayang-bayangmu ada di mataku
sebutan namamu ada di bibirku
kenanganmu ada di hatiku
bagaimana mungkin engkau hilang dariku?

  Dodi dan Dian. Mereka adalah dua remaja kelas dua SMU. Setelah bertemu, keduanya berkenalan di sebuah taman sekolah mereka. Mereka berdua, ngobrol dengan asyiknya. Tersenyum dan tertawa manja. Saling memandang, saling berbincang, saling bercanda, dan saling memperhatikan. Dengan nada mesra Dodi mengatakan, "I love you." Dengan malu-malu Dian menjawab, "I love you too." Mereka lalu berpisah setelah sebelumnya, saling berjanji akan ketemu lagi.
  Pertemuan kedua pun berlangsung, sekedar untuk melepas rindu. Selanjutnya pertemuan ketiga, keempat, dan seterusnya. Akhirnya, keduanya terlibat dalam sebuah hubungan yang istimewa. Sulit lagi dipisahkan, bahkan batas-batas moral dan agama sudah tidak lagi diindahkan, demi senantiasa bersama, di mana pun berada.
Yach... dunia remaja adalah dunia pertemanan. Dalam berteman banyak hal yang berkesan. Apalagi ketika benih cinta mulai berbunga di ladang hati. Wuiih... asyik mbok! Ke mana-mana nempel kayak prangko! Kayak Dodi ama Dian tadi, susah kan untuk dipisahkan? Emang sih dunia remaja ama cinta nggak bisa dipisah­-pisahin, banyak kisah indah yang terjadi pada usia remaja yang melibatkan perasaan cinta ini.
Percintaan di kalangan remaja sekarang ini begitu menggejala bahkan cenderung megkhawatirkan Iho. Coba lihat aja trend pacaran saat ini. Wuiih.. luar biasa coy! Baru pacaran, tapi mereka udah bertingkah kayak suami-istri aja. Ke mana-mana bergandengan, mojok berduaan, bermesraan di mana-mana. lihh.... Makanya sekarang ini banyak ditemukan pasangan remaja dengan gelar MBA. Apaan tuh MBA? Merit By Accident tau! Yah.. itu semua kagak bisa dilepasin ama tayangan-tayangan sinetron belakangan ini yang temanya kayak gitu-gitu.
Nah, kalau udah gitu kan kasian. Masa remaja yang harusnya penuh cerita-cerita indah, ehhh.. berubah jadi petaka. Saya yakin kamu ndak ingin begitu kan? Kamu nggak ingin masa remaja kamu hilang percuma tanpa makna kan? Kamu tidak ingin menanggung beban begitu berat di masa remaja kamu kan? Harus drop out dari sekolah, mencari nafkah untuk menghidupi istri dan anak.
Makanya elo mesti hati-hati. Sekali salah jatuh cinta, akibatnye bisa berabe. Sudah banyak di antara teman­-teman kamu yang udah jadi korban. Saya yakin deh, kamu nggak pingin ngikut jejak mereka. Nah, untuk itulah dalam blog ini kita akan ngebahas habis tentang cinta. Dengan begitu kamu bisa mengambil langkah-­langkah antisipatif, sehingga tidak terjerumus pada kubangan cinta yang membabi buta. OK!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Post Icon

Jujur donk, Ini Cinta atau Nafsu!


        Cinta itu perasaan yang tidak bisa dihindarkan oleh setiap orang. Bahkan suatu ketika Abu Naufal pernah ditanya, “Apakah seseorang bisa menghindar dari cinta?” Dia menjawab, “Bisa, yaitu orang yang hatinya keras dan bodoh, yang tidak memiliki keutamaan dan pemahaman. Sekalipun seseorang hanya memiliki sedikit kepandaian dan kehalusan budi, namun ia tidak mungkin bisa terhindar dari cinta.”
            Ali bin Abdah pernah berkata, “Tak mungkin seseorang bisa menghindar dari cinta kecuali orang yang kasar perangainya, kurang waras, atau tidak mempunyai gairah.”
            Ketahuilah wahai kawan, ya, setiap orang tidak bisa menghindar dari cinta. Akan tetapi, lain kasusnya jika kita mencintai seseorang namun ia tidak mencintai kita. Ia belum tentu yang termasuk menghindar dari cinta melainkan bisa saja ia lebih mencintai seseorang atau sesuatu yang lain yang tentunya ada alasan tersendiri baginya. Dan jika kita tetap memaksakan kehendak kita, misalkan untuk tetap bersikeras menikahinya sedangkan ia tidak berkenan (karena ia berhak untuk itu) maka engkau telah terjerumus ke dalam cinta buta.
Cinta buta tidak timbul sebagai karunia Allah swt. Ia muncul karena inisiatif pribadi yang menanggungnya. Mengumbar pandangan, membayangkan, mengulur-ngulur pikiran, berdekat-dekatan dengan lawan jenis, semua itu adalah penyebab timbulnya cinta buta. Tidak ubahnya seperti orang yang mabuk karena minum khamer. Perbuatannya berdasarkan inisiatif sendiri dan akibatnya adalah lahirnya ketetapan yang telah digariskan secara sunatullah.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Post Icon

Cinta itu Seperti Menunggu Bis Saja...

Cinta itu seperti seseorang yang menunggu bis.
Sebuah bis datang, dan kau bilang,
"Wah... terlalu sumpek dan panas, nggak bisa duduk nyaman nih!
aku tunggu bis berikutnya saja"

Kemudian, bis berikutnya datang. Kamu melihatnya dan berkata,
"Aduh bisnya kurang asik nih dan kok gak cakep begini...
nggak mau ah..."
Bis selanjutnya datang, cool dan kau berminat, tapi dia seakan-akan tidak melihatmu dan melewatimu begitu saja.
Bis keempat berhenti di depan kamu. Bis itu kosong, cukup bagus, tapi kamu bilang, "Nggak ada AC nih, gua bisa kepanasan".
Maka kamu membiarkan bis keempat pergi..
Waktu terus berlalu, kamu mulai sadar bahwa kamu bisa terlambat pergi ke kantor. Ketika bis kelima datang, kau sudah tak sabar, kamu langsung melompat masuk ke dalamnya.

Setelah beberapa lama, kamu akhirnya sadar kalau kamu salah menaiki bis. Bis tersebut jurusannya bukan yang kau tuju!
Dan kau baru sadar telah menyiakan waktumu sekian lama..

Moral dari cerita ini, sering kali seseorang menunggu orang yang benar-benar 'ideal' untuk menjadi pasangan hidupnya. Padahal tidak ada orang yang 100% memenuhi keidealan kita. Dan kau pun sekali-kali tidak akan pernah bisa menjadi 100% sesuai keinginan dia.

Tidak ada salahnya memiliki persyaratan untuk 'calon', tapi tidak ada salahnya juga memberi kesempatan kepada yang berhenti di depan kita.
Tentunya dengan jurusan yang sama seperti yang kita tuju.

Apabila ternyata memang tidak cocok, apa boleh buat.. tapi kau masih bisa berteriak 'Kiri !' dan keluar dengan sopan.
Maka memberi kesempatan pada yang berhenti di depanmu, semuanya bergantung pada keputusanmu. Daripada kita harus jalan kaki sendiri menuju kantormu, dalam arti menjalani hidup ini tanpa kehadiran orang yang dikasihi.

Cerita ini juga berarti, kalau kau benar-benar menemukan bis yang kosong, kau sukai dan bisa kau percayai, dan tentunya sejurusan dengan tujuanmu, kau dapat berusaha sebisamu untuk menghentikan bis tersebut di depanmu. Untuk dia memberi kesempatan kau masuk ke dalamnya. Karena menemukan yang seperti itu adalah suatu berkat yang sangat berharga dan sangat berarti,bagimu sendiri, dan bagi dia.

Bis seperti apa yang kau tunggu?
Metro Mini, KOPAJA, KOPATA, TransJakarta, TransJogja, Mayasari Bhakti, atau PATAS AC....atau bahkan mikrolet!
Semuanya tergantung!

JUST BE YOUR SELF!!!!!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Post Icon

Cintaku Bukan Cinta Buta



Tahukah kamu, cinta buta adalah gerakan yang kosong. Kata-kata tersebut pernah diucapkan oleh Plato, seorang filosof terkemuka, untuk menggambarkan seperti apa cinta buta itu. Dalam kenyataannya kita temukan dunia cinta dihiasi dengan cinta model ini. Kerinduan yang muncul merupakan kerakusan yang muncul dalam hati, terus bergerak dan tumbuh kemudian menyatu dengan hasrat. Jika cinta buta ini semakin menguat, maka orang yang mengalaminya akan bertambah bergetar, gundah, dan ingin mendapatkan apa yang diharapkannya, sehingga sering meresahkan hatinya.
Cinta buta akan membawa orang mengharapkan apa yang tidak mungkin terjadi, mengangan-angankan apa yang tak tercapai, sehingga akhirnya bisa menjurus kepada gila atau depresi akut. Dalam keadaan seperti ini, boleh jadi orang yang dimabuk cinta bisa bunuh diri atau mati karena merana. Sampai di titik ini, Aristoteles menambahkan, “Cinta buta adalah kebodohan yang membalikkan hati yang hampa.”
Cinta buta tidak timbul sebagai karunia Allah swt. Ia muncul karena inisiatif pribadi yang menanggungnya. Mengumbar pandangan, membayangkan, mengulur-ngulur pikiran, berdekat-dekatan dengan lawan jenis, semua itu adalah penyebab timbulnya cinta buta. Tidak ubahnya seperti orang yang mabuk karena minum khamer. Perbuatannya berdasarkan inisiatif sendiri dan akibatnya adalah lahirnya ketetapan yang telah digariskan secara sunatullah.
Memang cinta adalah fitrah setiap manusia. Namun sebagai seorang mukmin, kamu mesti pula membawa fitrah itu tetap dalam koridor-koridor yang islami. Sebagai seorang mukmin, kamu harus mampu mengubah sebagian besar selera jahili yang ada dalam benak kamu, lalu menggantikannya dengan selera yang berlandaskan islam.
Kamu harus mencoba berhenti merokok, tidak lagi nongkrong di jalan hingga larut malam, main playstation hingga lupa salat dan mandi, atau menghindari acara-acara yang hanya bernuansakan fun only. Saat ini mestinya kamu lebih senang berolahraga, I’tikaf di dalam masjid, menghadiri pengajian, seneng baca Quran, suka bernasyid, atau banyak waktu untuk membaca.
Termasuk pada persoalan cinta. Harusnya tak ada lagi kamus untuk bermain mata, lirik sana lirik sini, hingga tidak sabar, dan yah…. Ujung-ujungnya pacaran. Dalam hal cinta—yang menuju pernikahan, kamu mesti ingat firman Allah swt,
Dan kelak Tuhanmu pasti akan memberikan karuniaNya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas (Adh-Dhuha: 5).
Karenanya, buat apa main mata? Buat apa pacaran? Kenapa tidak bersabar? Kenapa mesti menabrak semua aturan Allah? Bukankan cinta itu murni inisiatif kita? Karena itulah, dengan akal kita bisa memilih dan memutuskan dalam soal cinta. Kita mesti menggunakan kecerdasan kita untuk memutuskan agar kita tidak menyesal kemudian. You know? Yuk, kita renungin sama-sama firman Allah yang satu ini,
Dan orang-orang yang tidak (belum) mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (diri)Nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karuniaNya (AnNur: 33).

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Post Icon

Getar Cinta Dalam Jiwa (A Story)


               Cinta….ya cinta, dapat melanda siapa saja. Biar pun itu orang miskin, orang kaya, orang biasa, bangsawan, orang tua, anak muda, atau yang lainnya. Semuanya bisa dihinggapi rasa cinta. Itulah karunia Allah yang perlu disyukuri. Terutama bagi kalangan kawulamuda, perasaan cinta ini begitu menggoda. Ketika getar-getar asmara sudah menyusup ke dalam jiwa, maka dunia begitu indahnya. Siang malam sama saja indahnya, pokoknya indah. Dunia seolah taman bunga. Indaaah banget!
                Yap! Untuk menggambar ke dalam sebuah cinta yang tertanam di dada, kamu bisa simak deh satu kisah di bawah ini.
                Dahulu, di kota kuffah ada seorang pemuda yang sangat tampan nan rupawan wajahnya (seandainya pada waktu itu majalah HAI udah terbit, pasti deh dia yang jadi cover boynya). Ia sangat rajin beribadah dab berbuat kebajikan. Suatu hari ketika dia sedang touring atau jalan-jalan, dia singgah di suatu kampung bernama An-Nakha’. Di sana pandangan matanya beradu dengan seorang gadis cantik nan jelita dari kaum itu. Clesss…. dari pandangan itu, ia langsung jatuh cinta kepadanya dan berpikir untuk menikahinya –sama sekali tidak terpikir untuk memacarinya lho!
                Kemudian dia pun tergerak untuk singgah di tempat yang lebih dekat dengan rumah sang gadis. Terus dia mengirim seorang utusan untuk menyampaikan lamaran kepada ayah sang gadis. Tapi sayang, ayahnya mengatakan kalau gadis itu sudah dipinang oleh anak pamannya sendiri. Namun diam-diam, ternyata si gadis juga menaruh hati pada pemuda tampan itu. Makin lama mereka makin didera derita cinta. Kemudian gadis itu mengirim utusan kepada sang pemuda untuk mengatakan, “Saya sudah mendengar besarnya cintamu kepadaku. Aku pun sedih bila cinta itu tak bisa diwujudkan. Bila engkau mau, aku bisa mengatur cara agar engkau bisa kerumahku.”
                Sang pemuda berkata kepada utusan sang gadis, “Tidakkah ada pilihan lain selain yang ditawarkan itu??? Sesungguhnya aku takut adzab hari kiamat nanti jika aku mendurhakai tuhanku. Aku takut api neraka yang baranya tak pernah padam dan tidak surut jilatannya.”
                Nah, tatkala utusan tersebut menyampaikan perkataan pemuda itu, sang gadis bertanya-tanya, “Apakah dalam keadaan mabuk cinta seperti ini dia masih merasa takut kepada Allah???” Diam-diam gadis ini merasa kagum dan bahkan ia menyadari kekeliruannya.
                Setelah itu, gadis tersebut memisahkan diri dari segala urusan dunia. Dia lalu berkonsentrasi untuk ibadah kepada Allah. Tetapi sekalipun demikian, dia tidak mampu memadamkan api cinta dan kerinduannya kepada pemuda tersebut. Hingga dia meninggal dunia dalam keadaan seperti itu.
                Sang pemuda pun menziarahi pusaranya. Sambil memanjatkan doa untuknya, tak kuasa air mata pun mengalir di pipinya hingga menetes ke pusara sang gadis. Ia berada di tempat itu cukup lama. Hingga ia akhirnya tak kuasa menahan kantuk dan tertidur pulas. Dalam keadaan seperti itu, ia bermimpi melihat gadis yang dicintainya dalam rupa yang menawan. Dia bertanya, “Bagaimanakah keadaanmu? Apa yang kamu temukan setelah berpisah denganku?”
                Gadis itu menjawab, “Cinta yang indah wahai orang yang kudamba. Cintamu adalah cinta yang menuntun kepada kebaikan dan keselamatan.”
                “Sampai kapan engkau dalam keadaan seperti itu?” Tanya sang pemuda.
                “Hingga mencapai kenikmatan dan kehidupan yang tiada sirna di taman surge yang abadi kelak, suatu kenikmatan yang tiada kan lenyap.”
                Sang pemuda berkata, “Sebutlah namaku di sana, karena aku tak dapat melupakan dirimu.”
                “Demi Allah, aku pun begitu pula, tidak dapat melupakanmu,” ungkap sang gadis. “Aku telah memohon kepada Pelindungku dan Pelindungmu (Allah) agar menyatukan kita berdua. Maka tolonglah aku untuk menggapai tujuan ini sekuat tenaga.”
                “Kapan aku bisa melihatmu lagi?” Tanya sang pemuda.
                “Tak lama engkau akan bertemu aku dan melihatku,” jawab sang gadis.
                Setelah bermimpi itu. Pemuda tersebut hanya hidup selama tujuh hari.
                Nah tuh. Sebuah kisah yang begitu mengharukan. Sebuah cerita yang menggambarkan gambaran tentang cinta yang sangat berbeda dengan fenomena cinta anak muda pada zaman sekarang ini. Cinta sejati yang dituturkan di dalamnya benar-benar cinta yang mampu membawa kepada kebaikan seseorang. Bukan sebaliknya sebagaimana cinta-cinta kebanyakan anak-anak muda sekarang. Begitu seseorang pemuda jatuh cinta, maka dia tuh lupa bahwa ada aturan-aturan yang mesti dipegang. Makanya kemudian yang terjadi adalah kemaksiatan dan kemaksiatan, Rasulullah saw berpesan,
                Barangsiapa jatuh cinta, lalu menyembunyikan cinta, menahan diri, bersabar lalu meninggal dunia, maka dia mati syahid (HR Ibnu Abbas).

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Post Icon

Cintailah Allah dan Segala yang Diizinkan-Nya



                Eh… jadi remaja atau pemuda yang punya iman harus memiliki prinsip bahwa cinta tidak diberikan kepada sesuatu kecuali sesuatu itu memang layak untuk dicintai dan membawa kebaikan bagi dirinya. Kamu tentunya tahu, bahwa banyak sekali objek yang mampu membangkitkan gairah cinta kamu. Ada kekayaan, ketenaran, ada lawan jenis, atau ada kesenangan-kesenangan lainnya yang mampu menarik perhatian kamu. Namun bagi hati yang memiliki iman, obyek yang paling utama adalah Allah swt. Dialah Dzat Yang Maha Segala dan yang paling pantas untuk mendapatkan curahan cinta kamu yang sesungguhnya. “Dan orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah.” (Al Baqarah: 165)
                Nah, setelah itu cinta bisa dicurahkan kepada apa aja atau kepada siapapun tapi tetap dalam kerangka cinta kepada Allah. Cinta kepada Allah harus menjadi barometer (ukuran) untuk mengukur cinta kamu kepada yang lainnya, sebagaimana iman menjadi barometer untuk mengukur semua perilaku.
                Kita nich, diperbolehkan mencintai harta, wanita, pekerjaan, atau apa saja, tapi tetap dalam bingkai agama. Jangan sampai cinta kita kepada yang lain itu sampai melupakan kita kepada Allah. Bahaya itu! Jangan sampai cinta kita kepada lawan jenis membuat kita meninggalkan Allah. Artinya kita tidak menghiraukan lagi aturan-aturan Allah karena kecintaan kita terhadap kekasih. Kalau udah demikian, cinta itu udah ternoda ama hawa nafsu alias syahwat.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Post Icon

Iman, Bikin Cinta Jadi Indah


                Berbeda dengan cinta yang dihasilkan oleh nafsu syahwat yang selalu berakhir dengan perbuatan maksiat. Ada satu bentuk cinta yang akan membuat manusia betul-betul merasakan keindahan dan kebahagiaan yang hakiki. Cinta jenis ini adalah cinta yang tidak terpisahkan dari agama, karena sikap beragama tidak akan bergairah tanpa cinta. Tanpa cinta, pasti deh tidak ada pengorbanan. Tanpa cinta, jangan harap ada ketaatan. Tanpa cinta, pasti tidak akan pernah ditemuai kekhusyukan dalam ibadah. Nah, cinta yang kayak ginilah yang harus dimiliki oleh setiap Muslim demi menumbuhkan gairah untk mengamalkan agama dan menumbuhkan spirit untuk memperjuangkan nilai ilahiah.
                Yap! Jika cinta yang lahir dari manusia yang tak punya iman biasanya merupakan cerminan hawa nafsu dan selera rendahnya, maka bagi manusia yang beriman cinta yang tumbuh merupakan wujud dari keimanannya kepada Allah.
                Proses lahirnya cinta boleh jadi sama, karena memang pintu menuju cinta itu tak berbilang banyaknya. Banyak obyek duniawi yang memang menarik perhatian dan disukai oleh siapa saja, baik dia itu saleh maupun taleh. Namun, bagi yang punya iman, jika cinta telah dijatuhkan, maka keimanannya akan segera mengambil alih kendali atas gejolak dalam hatinya. Jika ternyata apa yang dicintai itu dilarang, maka segera saja iman memutuskan dan mengingkarinya. Namun, jika apa yang dicintai itu sesuatu yang benar menurut syariat, maka iman akan menyuburkannya, hingga cinta itu indah karena dipenuhi iman.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS